Pemerintah Serius Kembangkan Bahan Bakar Nabati.
Antara Jatim.Com, Kamis, 06 Nov 2008 16:07:29
Surabaya – Kepala Sub Direktorat Pengolahan Migas, Dirjen Migas Kementrian ESDM, Mohammad Hidayat mengemukakan, pemerintah saat ini benar-benar fokus mengembangkan Bahan Bakar Nabati (BBN). “Sesuai Peraturan Mentri ESDM No.32 tahun 2008, Pengembangan Pemanfaatan BBN itu memang ada tahapan-tahapannya, katanya pada “workshop” Pemanfaatan energi alternatif di ITS Surabaya, Kamis.
Beliau mengemukakan bahwa rencana pengembangan penggunaan BBN itu, sudah dibicarakan dengan semua yang berkepentingan, yakni sejumlah produsen dan konsumen, seperti PT PLN dan sejumlah pengguna energi lainnya.
“Dari produsen sudah dibahas kemampuan mereka memproduksi BBN, konsumen juga kami tanya beberapa kebutuhannya, jadi kami bicarakan agar antara konsumen dengan produksi itu seimbang. “.
Pemerintah telah memiliki rencana untuk memproduksi BBN berupa bio ethanol hingga 4 juta liter per tahun pada tahun 2010. Salah satu upayanya adalah mendirikan pabrik di Lampung. “Rencana pengembangan bio ethanol ini lebih bertumpu untuk Kawasan Barat Indonesia, karena lebih pada pemikiran ketersedian bahan baku. Pengembangan ini diharapkan juga, bisa membuka lapangan kerja baru,”Masuki M. Astro mengemukakan penjelasannya.
Pemerintah akan Mengmbangkan Pohon Aren. (12-10-2006)
http://www.preasidensby.info/index.php/fokus/2006/10/12/1143.html
Pemerintah akan kembangkan penanaman pohon aren sebagai program nasional. Pohon aren selain menghasilkan gula juga dapat menghasilkan bahan bio ethanol sebagai pengganti bensin, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono telah menyetujui mengembangkan pohon aren ini sebagai program nasional, Demikian dikatakan Meko Kesra Aburizal Bakrie, Kamis (12/10) siang, usai diterima Presiden SBY.
Pohon Aren ini, akan menjadi produk kelima penghasil bio energi, setelah pohon jarak, sawit, tebu, dan singkong, dan akan dikembangkan tahun depan di seluruh Indonesia, diharapkan dapat memperkerjakan sekitar tiga ratus ribu orang, dengan anggaran yang disiapkan pemerintah sebesa 60 miliar dari APBN, ujarnya.
Di Indonesia ada tujuh daerah yang akan menjadi pilot project, masing-masing Sulawesi Utara, Kalimantan Barat, Kalimantan Timur, Jawa Barat, Jawa Timur dan Sulawesi Tenggara, kata Aburizal.
Sorgum, Bahan Baku Alternatif BIO ETHANOL.
Jum'at,Oktober,2008. httm://megachristina.blogspot.com/2008/10/sorgum-bahan-baku-alternatif- bioethanol.html
Nama sorgum kurang dikenal di kalangan masyarakat saat ini, para petani di jawa telah mengenalnya sebagai jagung cantel (centel) yang ditanam secara tumpang sari dengan tanaman pangan lain. Bahkan, di sebagian daerah Nusa Tenggara Barat dan Nusa Tenggara Timur, sorgum menjadi salah satu bahan pangan dengan kandungan protein, kalsium, zat besi dan vitamin B1 yang lebih tinggi dari pada beras. Selain bahan pangan dan pakan ternak, biji sorgum juga bisa menjadi bahan baku industri, bahkan Amerika Serikat, India dan China telah memanfaatkannya sebagai bahan baku bio ethanol.
Ternyata, sejak awal tahun 2000-an Pusat Aplikasi Teknologi Isotop dan Radiasi-Badan Tenaga Nuklir Nasional (PATIR BATAN) sudah melakukan penelitian perbaikan varietas dengan memperbaiki sifat argonomi dan kualitas biji dan hijauan sorgum Industri mutan untuk meningkatkan keragaman genetik tanaman dilakukan dengan meradiasi benih (seed) atau embrio (plantlet) dengan sinar Gamma bersumber daya Cobalt-60.
Galur mutan unggul diuji daya hasilnya pada daerah kering seperti di Kabupaten Gunung Kidul pada musim kemarau.
Sejumlah galur mutan tanaman sorgum dengan sifat-sifat argonomi unggul seperti tanah rebah, genjah, produksi tinggi, kualitas biji baik dan lebih tahan terhadap kekeringan-telah dihasilkan dan dikoreksi sebagai plasma nutfah di PATIR-BATAN.
Pemanfaatan Produk Bio Ethanol.
* Kadar 99,5% up, sebagai subsitusi Bahan Bakar Minyak jenis bensin.
* Kadar 70% s/d 90% sebagai industri kosmetik dan pharmasi seperti deterjen, desinfektan, subsitusi minyak tanah dan lain-lain.
* Pemanfaatan (utilisasi) ethanol dapat menunjang peluang tumbuhnya industri pendukung.
Minggu, 13 Desember 2009
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar